E! Maeior e Deus!
E! Maeior e Deus!
Pequeno sou eu.
O qeu tenho foi Deus quem me deu.
Na roda de capoeira
Grande e pequeno sou e
E! God is greater!
E! God is greater!
Little am i
What i have God gave me
In the capoeira roda
Both great and small am
(Mestre Pastinha)
Rabu, 19 Maret 2008
Selasa, 04 Maret 2008
Sebuah permainan, pertarungan ataukah tarian ?
Pertanyaan yang anda tanyakan saat memandang sekilas pada sebuah kerumunan, lingkaran, apakah ini sebuah pertarungan atau tarian ? atau mungkin ini hanya sebuah jogo, sebuah permaian ?
Jawabannya, tentu saja akan ada tiga, dan mungkin banyak lagi. Sangat sulit untuk mendefinisikan Capoeira, ada beberapa namun tidaklah begitu cukup. Dan ini tidak mungkin untuk diklasifikasikan dalam membuat pengertian dan kategori – tarian, pertarungan, bela diri dan lain sebagainya.
Dalam pemikiran orang barat, membiasakan diri untuk membedah dan mengklasifikasikan objek, orang dan kejadian dalam sebuah kategori standard dan spesifik, ini bisa saja menjadi sulit untuk memahami dan mengerti dengan apa yang di sebut “capoeira” sebenarnya. Tapi bila mencoba ntuk melepaskan diri dari permintaan pemikiran intelektual kita, dan hanya melihat permainan dalam roda (baca:hoda), kita mungkin akan bisa untuk memahami apa yang terjadi sebenarnya disini : ini adalah sebuah pengalamanyang pernah kita alami sebelumnya, sebagai anak-anak, saat kita bermain dan sepenuhnya terpikat oleh permainan yang kita ciptakan dengan teman kita. Kata kuncinya adalah kreativitas,improvisasi,fantasi, keindahan dan imajinasi. Namun tidak hanya itu. Yang terpenting adalah ritual, bahaya dan kadang kekerasan.
Jadi sekarang yang telah kita lihat adalah sebuah Capoeira roda untuk pertamkali dan mulai untuk mencoba mendefinisikan ini, mari kita mempelajari sedikit lebih dalam dan mengeksplor tiga level dari Capoeira..
The Three Levels of The Game
Mari kita memahami Capoeira, dalam tiga level.
Biarkan dalam pikiran kita bahwa ketiga hal tersebut berjalan secara bersamaaan. Bagaimana pun juga, dalam setiap individu, hak setiap orang, pengetahuan akan permainan dan level kedewasaan, satu dari tiga aspek tersebut akan menunujukkan pada dirinya kekuatan lebih dari pada yang lain.
Pada level pertama ini terkait pada hal fisik : pertarungan, tarian dan kompetisi. Pada level ini penting untuk mempunyai fisik yang kuat,untuk bisa efisien, sasaran tendangan yang tepat, menjadi cepat dan mempunyai reflek yang bagus. Pada level ini, Capoeira adalah sebuah permainan yang luar biasa diantara para petarung.
Kebanyakan pemain yang belajar Capoeira regional telah mengembangkan aspek ini pada sebuah level yang tinggi, dan melupakan dua level yang lain. Para pemain tersebut biasanya sembrono, mengabaikan ritual permainan,dan mengabaikan akar capoeira. Anda tidak bermain berimbau, Anda tidak menyanyi, anda hanya tertarik bermain Capoeira, dan biasanya bermain agresif. Anda mengira ini mengenai menang dan kalah, dan khawatir tentang citra anda dan apa yang orang pikirkan mengenai anda.
Sejalan dengan berjalannya waktu, filosofi permainan mulai meresap dalam kesadaran mereka dan mulai memahami level kedua dari permainan. Langkah pertama dalam memahami level kedua ini adalah dengan memahami Malicia, pengetahuan tentang kemanusiaan, hidup, penderitaan, motivasi dan keinginan manusia.
Ini adalah saat dimana sesuatu yang asing mulai terpikirkan. Sensasi “being there” terrasa dalam sebuah permainan, getaran mulai terasa pada tulang punggungmu saat kamu mendengar ritme berimbau. Para pemula mulai belajar tentang ritual Capoeira: music, lagu yang diturun kan dari satu generasi ke generasi berikutnya, pilosophi dari mestre mestre tua. Tiba tiba ini menjadi pergeseran dari sebuah hoby menjadi bagian dari hari harimu. Menang atau kalah nampak tidak lagi menjad suatu hal yang penting, dan kamu mulai memperhatikan Capoeira sehingga menjadi segalanya yang yang kamu lakukan adalah berusaha menjaganya, memeliharanya sampai masa depan.
Sejalan dengan waktu, anda mulai terlihat menjadi ahli namun anda menyadari bahwa anda hanyalah seorang beginner. Anda mulai melihat bagaimana Capoeira telah merubah anda dan hidup anda dan kesempatan kesempatan yang ditawarkan-kesempatan untuk bertemu oaring orang baru dan diterima dalam lingkaran social yang baru, kesempatan kesempatan untuk berpergian, namun bukan sebagai seorang turis, melainkan sebagai seorang Capoerista. Anda juga melihat bagaimana ini bisa melindungi anda dan mendapatkan apa yang anda inginkan.
Anda mulai berfikir tentang para Capoerista dimasa lalu dan tentang warisan yang diberikan dari guru kpada murid. Kadang ini terlihat bahwa permainan mewakili sesuatu yang lebih besar, sebagaimana ini merupakan sebuah refleksi dari hidup itu sendiri, refleksi dari cara satu individu berinteraksi dengan yang lainnya, dengan masing maisng personality. Sesuai dengan visi ini, capoeira adalah sebuah sekolah dimana belajar seuatu jenis pengetahuan yang spesifik : bagaimana manusia bersikap terhadap satu sama lain dan bermain permainan kehidupan dengan yang lain. Anda bisa merasakanperedaan sensasi tenatang sesuatu yang diungkapkan pada anda, perasaan yang anda dapatkan adalaha ketika nama seseorang tidak dapat anda ingat adalah “pada ujung lidah anda”
Anda sekarang memiliki pemikiran yaitu mampu untuk melihat apa yang terjadi diantara dua pemain, tidak hanya pada level fisik, tapi juga pada level mental dan spiritual.
Anda dalam waktu singkat bisa merasakan apa yang anda butuhkah atau dorongan untuk mengalami atau unknown roda, dan anda dalam waktu singkat bisa merasakan kebutuhan untuk mengukur diri anda melawan seseorang untuk menjadi seorang pemain besar. Anda sudah berkeliling dan melihat “world go round” lagi dan lagi, dan anda sudah membuat jaringan camara-camara, pemain tua dan muda dimana mereka berhubungan darah secara spiritual dengan anda dan yang bertemu anda lagi dan lagi, diseluruh dunia.
Atau mungkin sebagai sebuah konsekuensi dari sikap tidak bersahabat dan perilaku yunior anda, anda menjadi serigala kesepian, dikagumi dan dihormati oleh yang muda dan tidak berpengalaman, tapi dihindari oleh kawan sebaya yang tidak ingin berurusan dengan anda.
Apapun yang mungkin terjadi, anda kemudian akan mempunyai akses- pada derajat tertinggi atau yang terendah-pada level ketiga dan level akhir, dimana telah dipersembahkan semuanya. Sejak pertamakali anda medengar suara berimbau, tetapi hanya saat ini terungkap dengan sendirinya….. sesuatu yang disebut dengan “the mistery and the deceitfulness of the game of life” (misteri dan ketidak jujuran dari permainan kehidupan), dimana mestre mestre tua menceritakan cerita lucu dan candaan diantara mereka sendiri, tapi disini merekatidakan berbiara dengan yang lain kareana disini tak ada yang dikatakan pada mereka yang tika mengerti.
Disadur dari : Nestor Capoeira, The Little Capoeira Book: revised edition. Berkeley. California, 2003
Sekilas Capoeira Mostra de Solonesse
Sebelum berdiri sebagai sebuah club Capoeira, Capoeira Mostra de Solonesse merupakan sekumpulan orang yang berlatih Capoeira dengan tujuan untuk menciptakan sebuah karya seni tari, dan kebetulan koreografernya merupakan orang yang tahu tentang Capoeira dan merupakan anggota dari Capoeira Brincadeia Jogja yang saat itu kuliah di STSI Surakarta. Berawal dari kegiatan tersebut, maka secara rutin latihan Capoeira mulai dilakukan oleh beberapa orang mahasiswa STSI Surakarta yang kemudian menjadi pendiri dari Capoeira Mostra de Solonesse.
Pada awal berdirinya, Capoeira de Solonesse merupakan nama yang diambil untuk menamakan club Capoeira ini. Ketika pertamakali Capoeira de Solonesse berdiri, kantor pusar STSI Surakarta atau yang sekarang menjadi ISI Surakarta di jadikan sebagai tempat latihan. Kemudian karena terbentur masalah perijinan, latihan Capoeira di pindahkan ke area Taman Budaya Surakarta (TBS). Setelah beberapa lama latihan di TBS, kemudian Capoeira de Solonesse dijadikan UKM di STSI Surakarta dan akhirnya tempat mendapat fasilitas tempat latihan di lapangan gedung pusat STSI Surakarta dan kadang di gedung F STSI Surakarta bila cuaca tidak mendukung untuk melakukan latihan Capoeira di luar gedung. Atas masukan dari beberapa teman yang menyarankan agar nama yang digunakan mengambil dari bahasa atau istilah dari bahasa Portugis, yaitu bahasa nasional yang digunakan di Brasil, asal Capoeira, maka nama Capoeira de Solonesse di ubah menjadi Capooeira Mostra de Solonesse. Tujuan dari pengambilan nama yang berbahasa nasional Brasil tersebut adalah agar mencerminkan ciri khas dari Capoeira yang memang merupakan kebudayaan asli Brasil. Adapun arti dari Mostra adalah pertunjukan. Pengambilan kata Mostra adalah dengan pertimbangan ketika itu, Capoeira berdiri di STSI Surakarta dengan tujuan untuk pertunjukan seni. Sedangkan Solenesse sendiri artinya adalah orang orang Solo, Solo disini merupakan nama lain dari Surakarta.
Seiring dengan berjalannya waktu, Capoeira Mostra de Solonesse mulai mempelajari Capoeira secara murni dengan mencoba menjalin hubungan dengan grupo grupo yang ada di tanah air, seperti Capoeira Brincadeira Jogja, Vadiacao, Amizade yang yang tidak jauh dari Surakarta .
Tujuan dari berdiriya Capoeira Mostra de Solonesse salah satunya adalah untuk memasyarakatkan Capoeira itu kepada masyarakat Surakarta dan sekitarnya sebagai sebuah budaya, seni tari, seni bela diri dan tentu saja sebagai olahraga yang menyehatkan. Dengan mempelajari Capoeira sebagai sebuah seni budaya, bukan berarti tidak mempelajari dan melestarikan budaya sendiri, karena banyak dari anggota Capoeira Mostra de Solonesse sendiri yang mempunyai basic dari pencak silat dan masih berlatih hingga saat ini dan banyak juga yang masih mempelajari tarian tarian tradisional Indonesia serta budaya budaya asli daerah.
Penanggung jawab latihan Capoeira Mostra de Solonesse adalah beberapa anggota dewan yang terdiri dari para pendiri club dan beberapa senior yang telah dianggap berkompeten untuk membantu anggota lain yang baru bergabung untuk berbagi ilmu. Sistem latihan yang ada di club ini mengacu pada kurikulum yang telah disepakati bersama oleh anggota dewan penaggung jawab latihan. Karena hingga saat ini Capoeira Mostra de Solonesse belum mempunyai Maestre atau master yang merupakan gelar tertinggi di Capoeira yang merupakan pembimbing utama dalam latihan dan itu merupakan keinginan dari seluruh anggota Capoeira Mostra de Solonesse, Capoeira mostra terus berusaha untuk berlatih sendiri dari beberapa referensi dan bertukar ilmu dengan grupo grupo yang ada di seputar Solo untuk saat ini hingga suatu saaat nanti bias untuk berafiliasi dengan grupo capoeira dari Brasil sehingga bisa mempelajari Capoeira sampai pada akarnya.
Adapun kegiatan yang pernah dilakukan di luar latihan adalah pertunjukan pertunjukan komersil dan pertunjukan non komersil. Pertunjukan komersil biasanya ada ketika ada event event tertentu yang mengundang Capoeira sebagai pengisi acara, seperti acara tahun baru di hotel hotel, launching produk, atau even event yang diadakan perusahaan perusahaan seperti perusahaan otomotif atau yang lainnya dengan bekerjasama dengan EO-EO yang ada di Surakarta. Adapun pertunjukan non komersil biasanya dilakukan untuk membantu saudara saudara kita yang membutuhkan bantuan seperti ketika terjadi bencana tsunami di Aceh, banjir di Jember, gempa Jogja – Jateng, acara peringatan hari kemerdekaan RI dan sebagainya. Dan biasanya pertunjukan amal dilakukan dengan berkolaborasi para seniman seniman yang ada di Surakarta dan sekitarnya. Bahkan sering pula Capoeira Mostra de Solonesse diundang dalam acara pentas budaya dan kesenian yang di selenggarakan di Surakarta karena Capoeira Mostra de Solonesse dianggap sebagai komunitas seni yang ada di Surakarta oleh para seniman seniman Surakarta.
Senin, 03 Maret 2008
Logo Capoeira Mostra de Solonesse
Capoeira Mostra de Solonesse, begitulah nama yang dipakai akhirnya setelah tidak lagi memakai nama Capoeira de Solonesse yang artinya Capoeira orang orang Solo. Logo yang pertama kali digunakan adalah logo dengan warna merah, putih, biru, kuning dan hijau dengan gambar yang menunjukkan orang yang sedang melakukan gerakan escorpiao. Adapun arti warna merah dan putih adalah bendera dari Republik Indonesia sedang warna lain seperti hijau, biru dan kuning adalah warna dari bendera Brasil yang merupakan asal dari Capoeira. Tanggal 1 bulan 1 tahun 2004 merupakan tanggal dimana nama Capoeira de Solonesse resmi digunakan dalam sebuah pertunjukan dalam acara pesta menyambut tahun baru 2004. Dan logo ini adalah desain dari Camara Abdul Rahman atau Bang Doel.
Kemudian logo tersebut diganti setelah kurang lebih dipakai selama satu tahun. Adapun bentuk yang digunakan adalah mirip dengan logo yang pertama kali dibuat bedanya adalah pada peletakan warna. Warna hijau dan kuning di lingkaran luar sedangkan lingkaran dalam adalah merah dan putih yang artinya sama dengan logo yang pertama. Sedangkan gambar ditengah juga diganti dengan gerakan dua orang yang sedang melakukan gerakan parafuso yang merupakan gambar yang dibuat oleh camara Arif dari Capoeira de Alegre Blitar. Sedangkan desain dari logo ini dibuat oleh camara Dhika Herlambang.
Adapun penggunaan logo baru ini juga merupakan toggak sejarah baru dari Capoeira Mostra de Solonesse yang bertekad untuk membesarkan nama Capoeira Mostra de Solonesse dengan terus berlatih dan belajar Capoeira, karena belajar bagi kami adalah sebuah keharusan untuk terus maju dan belajar tidak akan pernah habis hingga kami menuju liang lahat. Dan kamu juga berharap pada generasi penerus kami untuk bisa dan mau untuk belajar dan berlatih Capoeira tanpa kenal lelah karena dengan belajar sesungguhnya kita membuat diri kita untuk lebih maju, lebih baik dan menjadikan kita mempunyai kebanggaan, kepercayaan diri dan yang tidak kalah penting adalah dengan belajar kita mempunyai seuatu yang bisa untuk dibagikan pada teman teman kita. Semangat untuk terus belajar, berlatih dan berbagi adalah salah satu cara untuk bisa membuat Capoeira Mostra De Solonesse menjadi lebih baik, baik dan baik. SALVE !!!!!!

