Video Pertunjukan The Art of Capoeira sudah bisa di download
silahkan klik di sini, atau di side bar sebelah kanan
Selasa, 25 November 2008
video The Art of Capoeira
Rabu, 19 November 2008
Capoeira Musics Download
Availble NOW !!!!!
Capoeira music download on lirik mostra
mp3 format
Kamis, 28 Agustus 2008
Photo PErtunjukan TAnggal 15
Buat tmen temen yang mau download foto pertunjukan Capoeira tanggal 15 Agustus 2008 silahkan lihat di sblh kanan. thanks
Selasa, 19 Agustus 2008
Ucapan Terimakasih
Terima kasih sebesar besarnya kami ucapkan selaku panitia Pertunjukan Kolosal Capoeira se Jawa Tengah yang diadakan pada tanggal 15 Agustus 2008, kepada semua pihak yang telah menjadikan acara tersebut berlangsung sukses. Secara khusus kami sampaikan terima kasih kepada Capoeira Amizade de Capoeristas Semarang, Capoeira Vadiacao Salatiga, Capoeira Prehistoria Purwokerto dan Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta.
Dalam kesempatan ini pula terpilih seorang ketua umtuk Asosiasi Capoeira Jawa Tengah, yaitu Mas Jody dari Capoeira Amizade de Capoeristas Semarang untuk jangka waktu 1 tahun ke depan. Dengan terpilihnya ketua maka besar harapan kami untuk bisa berkembang lagi Capoeira di Jawa Tengah pada khususnya dan Capoeira Indonesia pada umumnya.
Kesuksesan ini tidak lepas dari kerjasama Asosiasi Capoeira Jawa Tengah yang telah mendukung acara ini. Namun kami juga menyadari adanya banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara tersebut, untuk itu kami mohon bila ada kritik, saran ataupun keluhan untuk disampaikan baik itu melalui comment, sms, telepon ataupun lewat email. Kami mohon maaf bila ada kekurangan dan ketidaknyamanan dalam penyelengaraan acara tersebut, dan juga kami ucapkan banyak banyak terimakasih atas kerjasamnya dan semoga akan terus berlanjut di kemudian hari.
Rabu, 23 Juli 2008
The Art of Capoeira
Pertunjukan ini diselenggarakan dalam rangka Pekan Seni Jawa Tengah yang difasilitasi oleh Taman Budaya Jawa Tengah dan juga merupakan agenda bersama Asosiasi Capoeira Jawa Tengah dalam rangka memasyarakatkan Capoeira di Jawa Tengah dan Sebagai ajang silaturahmi para Capoerista di Jawa Tengah.
Minggu, 13 Juli 2008
Capoeira e para homen
Menino e muhler
So nao aprende quem nao quiser
capoeira untuk para pria
Wanita dan anak-anak
Yang tidak bisa mempelajarinya hanyalah mereka yang tidak ingin belajar (Capoeira)
Mestre Pastinha
Jumat, 04 Juli 2008
Memperdalam Tradisi Capoeira part I
Dalam sebuah buku The Little Capoeira Book karangan Nestor Capoeira, dituliskan mengenai sebuah fase dimana capoerista akan melupakan tradisi yang ada didalam Capoeira, hanya mengejar gerakan gerakan yang dianggap fantastis, seperti gerakan akrobatik, gerakan gerakan indah atau serangan serangan yang dianggap mematikan dan melumpuhkan lawan. Mereka melupakan dan mengesampingkan tradisi-tradisi yang ada seperti Angola, nyanyian, permainan bateria, maculele dan tradisi-tradisi Capoeira yang lainnya dimana para mestre-mestre terdahulu melestarikan tradisi tradisi tersebut. Keadaan seperti inilah yang menurut saya merupakan suatu disaster atau bahkan bisa disebut sebagai armagedon bagi Capoeira. Karena sesungguhnya Capoeira bukanlah Capoeira tanpa adanya tradisi-tradisi tersebut. Seperti dalam tradisi Jawa yang terdapat didalam Wayang baik itu wayang kulit ataupun wayang wong. Apalah jadinya wayang tanpa Goro-goro dimana para Punakawan beraksi. Orang Solo bilang “ra gayeng” atau tidak seru bahkan tidak lengkap.
Saat ini grupo capoeira yang ada di Indonesia hanya beberapa yang mempunyai jalur ke akar Capoeira yang benar benar menguasai tradisi dari Capoeira. Namun grupo-grupo yang lain pun, yang belum mempunyai hubungan ke akar Capoeira secara langsung juga tidak ingin untuk kehilangan tradisi dalam Capoeira. Mereka berusaha mencari tahu dan mengumpulkan informasi tentang berbagai tradisi yang ada di dalam Capoeira, dan tentu saja Capoeira Mostra tidak ketinggalan. Kondisi semacam inilah yang nantinya bisa memajukan dan mengembangkan Capoeira di Indonesia. Sehingga Capoeira Indonesia akan tidak hanya dilirik oleh Capoeira diluar negeri, tapi mungkin malah dilihat dan dikagumi.
Capoeira merupakan budaya asli dari Brasil, ini diluar berbagai pendapat yang mengatakan Capoeira itu adalah budaya Brasil ataupun Afrika. Mau tidak mau, Capoeira merupakan budaya yang dikenal di Brasil, jadi apa boleh buat. Kita orang Indonesia yang memang ingin belajar Capoeira, ya harus belajar dari akarnya jika ingin mengenal Capoeira dengan lebih baik. Dengan adanya suatu wadah seperti perkumpulan atau asosiasi tingkat regional, seperti Capoeira yang ada di Jawa Tengah akan sangat membantu grupo grupo yang ingin mempelajari Capoeira dari akarnya.
Bersambung….
by cak dh1k4
Per-Capoeiraan di Jawa Tengah
Pada tanggal 21-22 juni 2008, tepatnya di Wisma Baptis, Salatiga diselenggarakan sebuah acara Batizado yang diselenggarakan oleh Capoeira Vadiacao Salatiga dan Capoeira Amizade Semarang. Peserta Batizado antara lain dari Vadiacao, Amizade dan Pre Historia Purwokerto. Sedangkan Capoeira Mostra de Solonesse hanya sebagai tamu saja karena belum bisa untuk ikut sebagai peserta Batizado dikarenakan memang waktu yang tidak memungkinkan.
Acara tersebut diselenggarakan dengan kesiapan yang matang, dalam artian bahwa segala sesuatunya memang telah dipersiapkan dengan baik. Batizado kali ini cukup meriah dan berkesan. Banyak hal-hal menarik yang bisa ditemui pada saat acara ini.
Yang tidak kalah penting dari acara ini adalah munculnya sebuah kesepakatan dan komitmen bersama untuk membentuk suatu perkumpulan atau asosiasi Capoeira se-Jawa Tengah yang saat ini terdiri dari 4 kota, yaitu Puwokerto, Salatiga, Semarang dan Solo. Dalam kesempatan itu pula dijelaskan tujuan dibentuknya asosiasi ini, diantaranya adalah mempererat persaudaraan antar grupo Capoeira se-Jawa Tengah, menjadikan asosiasi sebagai temppat untuk berbagi dan bertukar ilmu dan saling membantu antar grupo dalam pengembangan masing-masing grupo.
Salah satu poin yang menarik dari rencana asosiasi ini adalah membantu grupo grupo yang masih akan berkembang atau baru dalam mempelajari Capoeira serta saling membantu dalam upaya ke arah “akar” Capoeira. Karena bagaimanapun juga belajar dari akar Capoeira adalah suatu hal yang mutlak harus dilakkan dalam rangka komitmen untuk mempelajari Capoeira seutuhnya.
Agenda terdekat dari empat grupo Jawa Tengah ini adalah mengadakan sebuah pertunjukan kolosal Capoeira yang akan dilaksanakan pada pertengahan Agustus 2008 di Taman Budaya Jawa Tengah di Surakarta atau yang lebi dekenal dengan TBS yang melibatkan ke-empat grupo tersebut, serta tidak menutup kemungkinan partisipasi bagi grupo lain diluar Jawa Tengah untuk membantu upaya memasyarakatkan Capoeira di Jawa Tengah. Semoga saja ini bisa dijadikan sebagai tonggak menuju per-Capoeiraan yang lebih baik lagi di Indonesia pada umumnya dan Jawa Tengah pada khususnya.
Mari kita dukung agenda bersama Capoeira Jawa Tengah !!!! Salve!!!!
by :Cak dh1k4
Rabu, 02 Juli 2008
Perubahan Alamat
Untuk itu kami mengharapkan masukan agar capoeiramostra.co.cc ini semakin lebih baik, menarik dan bermanfaat bagi para capoerista pada umumnya dan temen temen Mostra de Solonesse pada khususnya. Semoga perubahan ini membawa perubahan pula bagi seluruhnya menjadi lebih baik.
Kamis, 17 April 2008
Do you think this change was necessary?
Do you think this change was necessary?
Is violence necessary in capoeira?
“No. Here’s the thing: If you’re inside the academy, training with your colleague, there is no violence. You can even train fast. Now, if you’re playing in the street, and the guy resorts to violence, then you have to resort to violence as well. An academy teaches you to play capoeira, it doesn’t teach you to fight. Now, in the street you have to resort to what you know if the person disrespects you. Sometimes, you’re alone… you have to resort to what you know, right?
CAPOEIRA IS A FIGHT. IT IS A VIOLENT FIGHT.
YOU SEE: SOMETIMES YOU’RE AT THE BOTTOM, SOMETMES YOU’RE AT THE TOP. THE GUY IS PLAYING; HE DOESN’T KNOW WHERE YOU ARE.
Canjiquinha
The Joy of Capoeira
Jogo de Angola
Jogo de Angola
Oleh Maarten de Moor
Capoeira adalah senjata orang yang tertindas yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, hampir sebagian berguna dan sebagian lagi sangat misterius. Capoeira menguasai orang-orang dari perseorangan sampai suku bangsa atau lapisan masyarakat. Capoeira merupakan perpaduan dari tradisi Afrika,adat dan filsafat dan dipengaruhi oleh atmosper Brazil. Capoeira di gunakan dalam upacara keagamaan dan juga dalam permainan. Ini merupakan bentuk meditasi, tarian, pertarungan juga merupakan bentuk hiburan yang merupakan cara untuk melewati waktu. Dalam tradisi Afrika, Capoeira mengandung bermacam-macam unsur dari seluruh segi kehidupan yang menggabungkan musik, gerakan, keagamaan, kebatinan, sihir, kepraktisan dan analisa. Dalam Capoeira semua konsep ini tidak akan ada tanpa konsep yang lainnya. Jika hanya ada salah satu konsep saja tidak akan cukup dan tidak akan ada artinya. Capoeira adalah tertutup dan terbuka, masuk akal dan tidak masuk akal serta baik dan jahat. Capoeira merupakan bentuk ekspresi yang artisik dari realita. Bagi Capoeirista bahwa realita dan Capoeira bercampur mengalir bersamaan. Capoeirista mempelajari tentang hidup melalui Capoeira dan mempelajari Capoeira melalui hidup. Observasi dan kewaspadaan merupakan hal penting untuk dipelajari. Alam dan semangat manusia merupakan guru yang sangat berharga. Capoeirista yang baik harus mengetahui kedua hal tersebut seperti dia mengenal dirinya dan dia juga harus mengenal dirinya sendiri. Capoeira merupakan kumpulan ketertiban dengan etika dan aturan- aturan yang tidak pernah diciptakan sebelumnya. Seluruh permainan diimprovisasikan pengulangan dari bermacam gerakan-gerakan dan reaksi gerakan-gerakan dari pemain yang lain sebaik apa saja yang dirasakan pemain untuk melakukannya. Capoeira adalah gambaran dari kehidupan.
Capoeira adalah ciri khas Afrika ,dari sinilah Capoeira berasal, budak-budak Afrika yang dibawa ke Brazil oleh bangsa Portugis dari seluruh bagian gurun Sahara yang berada di Afrika. Dimulai dari Kongo, Angola, Namibia, dan bahkan mungkin dari Afrika Selatan dan Monzambik. Bangsa Afrika yang ada di negri ini berasal dari ratusan suku bangsa dan berbicara dalam banyak bahasa meskipun mereka mempunyai bahasa warisan bersama, mereka semua adalah Bantu ( yang berarti orang dalam kebanyakan bahasa Bantu tapi mereka harus menggambarkan suku bangsa yang sangat banyak ). Kesemua suku bangsa ini mempunyai nenek moyang, Mereka berasal sari satu pusat yaitu suku bangsa Afrika yang bermigrasi ke bagian selatan negeri. Selama mereka pergi, mereka menempati daratan dan membentuk bagian-bagian suku bangsa dan membangun tradisi mereka sendiri – meskipun mereka semua memiliki unsur bersama. Sebagai contoh, kata untuk air adalah sama dalam kebanyakan bahasa Bantu. Kepercayaan filosofis, moralitas, dan beberapa tradisi, kosmologis dan sudut pandang dunia juga saling membawa kemiripan.
Budaya milik para budak di Brazil merupakan perpaduan dari kebudayaan yang diwakili oleh para budak. Tentu saja ada banyak juga pengaruh –pengaruh asing terhadap budaya sebagai akibat dari kepemilikan budak bangsa Portugis dan perbudakan pada umumnya. Bahasa Portugis dipaksakan kepada mereka meskipun ada juga bahasa umum agar supaya bangsa Afrika yang berbeda suku bangsa dapat berkomunikasi. Bahasa Portugis juga merupakan manifestasi dari salah satu dasar ideal dalam Capoeira dan dicoba untuk digunakan dalam setiap situasi, sekalipun anda dipaksa secara kasar demi keuntungan terbaik anda. Konfrontasi langsung bukan pilihan yang tepat bagi perlawanan orang tertindas sepanjang lawannya lebih kuat. Ada satu peribahasa dalam Capoeira yang mengatakan : Quem aguenta tempestade e rochedo. Ini berarti Hanya permukaan jurang yang berbadai. Pertarungan dilakukan hanya pada saat anda tidak dapat lagi melarikan diri dan tidak ada pilihan lain. Mestre Cobra Mansa pernah menceritakan sebuah cerita tentang Capoeirista yang hebat yang ditantang langsung oleh empat petarung yang tangguh yang ingin mengetahui sehebat apa Capoeirista itu. Mereka mengikuti Capoeirista menuruni lorong sepanjang malam dan menantangnya. Capoeirista meloncat sambil memalingkan badannya dan lari ke arah lain secepat kakinya membawa dia pergi sebelum mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Ini adalah solusi Capoeirista. Capoeira memberikan jalan keluar tanpa kekerasan pada situasi yamg sulit seperti muslihat yang licik dan sebuah jebakan mental.
Beberapa orang mengatakan Capoeira berasal dari tarian bangsa Afrika. Tidak ada aspek perkelahian dalam gerakan tarian sebelum dimodifikasi dalam pencarian kebebasan budak di Brazil. Orang lain memberikan bukti dari upacara perkelahian/tarian yang disebut N’golo yang berasal dari Selatan Angola sebagai bukti bahwa upacara ritual itu benar-benar ada dalam bentuk pertarungan sebelum mencapai Brazil. Banyak tarian bangsa Afrika merupakan tarian peperangan dan saya pernah dengar Capoeira ditunjuk sebagai tarian peperangan juga. Perbudakan di Brazil benar-benar merupakan tambahan bagi kualitas beladiri permainan bagi Capoeira untuk menjadi senjata tetapi kualitas tariannya tidak pernah ditunjukkan atau hilang. Menari adalah suatu penghargaan untuk kesenangan hidup. Tarian juga berguna untuk penyamaran ketika tuan budak datang saat Capoeristas sedang memperdalam seni mereka. Ketika polisi datang seseorang memegang gunga yang menandakan bahaya sudah mendekat dengan memainkan suatu irama (toque) yang disebut cavalaria yang mana menyerupai bunyi dari tapak kuda yang dinaiki polisi. Jadi Capoerista menari dengan senyuman yang berbahaya (licik) diwajahnya. Sejarah/legenda ini mengungkapkan dasar lain Capoeira sekarang yang ideal. Penyamaran merupakan senjata yang berharga dan jika ditekuni, aksi anda tidak akan diketahui oleh musuh anda. Ini juga sangat menyenangkan. Aspek penguatan menunjukkan dedikasi Capoeira pada tradisi dan “sikap yang mengalir” sekali lagi ditunjukkan. Kecantikan adalah pusat dari kehidupan dan Capoeira, apakah artinya hidup tanpa kecantikan ?
Maksud kemenangan dalam Capoeira tidak berdasarkan pada penindasan dari lawan atau kawan anda, meskipun dalam keadaan yang aneh. Kenyataannya tidak ada pemenang ataupun pecundang dalam Capoeira. Barang siapa yang bermain lebih baik dalam roda adalah orang yang bermain lebih bagus ( anggun ), yang memperlihatkan “ malicia” nya melalui muslihat dan tipu daya yang dapat ditunjukan lebih rumit lagi dengan gerakan yang komplek ( jika mereka berada pada konteks yang benar ) dan yang bisa tetap fechado (bertahan) dan tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk balas menyerang dengan sukses. Jika ada pemenang ( yang bukan benar-benar menang ), adalah orang yang memenangkan hati penonton. Hal ini merupakan persembahan estetis dari bangsa Afrika diberbagai cabang olah raga. Misalnya, sepakbola di negara Afrika dan bola basket di Amerika. Ini sangat penting saat konfrontasi ditinjau dari pandangan dari orang-orang tertindas. Sering, cita-cita kaum Barat yang menguasai tanah dengan mengorbankan keindahan untuk kemenangan tidak dapat dengan mudah untuk memahami konsep ini.
Bagian Capoeira yang utuh adalah musik. Musik menunjukan langkah dan suasana hati dalam pertandingan. Musik biasanya adalah suatu isyarat atau seruan untuk para pemain. Sejarah dan filsafat dipelajari melalui lagu. Malicia dicerminkan melalui bermacam-macam lagu dan improvisasi. Para pemain yang sudah tua hanya memutar dan mengingat saja. Perasaannya dilepaskan dan kemampuan ditunjukan. Instrumen pokok adalah berimbau, yangmana terdiri dari tiga bateria. Berimbau adalah jiwa dari Capoeira dan mempunyai kekuatan magis. Anak kecil tidak diperbolehkan untuk memainkannya karena pernah dikatakan bahwa berimbau dapat mengambil nyawa mereka. Berlawanan dengan Mestre Valmir yang mengatakan pada saya bahwa berimbau harus digunakan secara ekstensif untuk mengekspresikan emosi yang bahkan mustahil untuk dpat diekspresikan. Banyak mitos tentang bagaimana berimbau tercipta (lahir). Seseorang mengatakan tentang seorang gadis muda yang cantik pergi berjalan menuju aliran sungai. Dia bernyanyi dengan merdunya sepanjang perjalanan. Saat dia tiba di sana dia turun minum, tetapi ketika sedang minum beberapa orang jahat membunuhnya dengan memukulnya tepat di leher. Saat dia meninggal tubuhnya berubah menjadi sebuah berimbau : bagian tubuhnya menjadi verga, rambutnya menjadi arami, mulutnya menjadi cabaca, anggota badannya menjadi vaqueta dan caxixi dan jiwanya menjadi indah, musik dukacita. Berimbau menegaskan kembali akar Capoeira bangsa Afrika yang ditemukan di Kongo hingga Afrika Selatan yang menyerupai berimbau. Kekuatan spiritual dari instrumen ini terlihat dalam mitos Zulu yang mengisahkan seperti apa Marimba, musik para dewi, dan terciptalah kwanyama (sebuah instrumen yang membawa kemiripan yang luar biasa pada sebuah berimbau dan dikenal dengan ratusan nama yang berbeda diseluruh Afrika) seperti instrumen musik yang paling pertama dari halauan musik seorang lawan. Musik dan kedamaian menggantikan pengrusakkan dan kekerasan. Berimbau dikatakan melunakkan jiwa dan memberikan kita kedamaian. Musik ini penuh dengan kerinduan akan kampung halaman bangsa Afrika. Ladaianhas, lagu yang dinyanyikan pada permulaan roda, dan juga sebuah ratapan yang sering mengekspresikan kerinduan.
Capoeira dan musiknya adalah satu dan hal yang sama, mereka tidak dapat dipisahkan. Beberapa model Capoeira yang baru menyimpang dari Capoeira tradisional (Angola) tanpa penekanan pada musik. Capoeira benar-benar mempunyai arti yang berbeda dalam konteks ini,
Musik, sebagai seluruh aspek dari Capoeira mencerminkan filosofis dan arti. Meskipun suaranya dapat dihasilkan oleh pemain berimbau yang ahli sangat banyak dan tidak henti-hentinya ditambah dan diimprovisasikan, ada 3 golongan dasar suara atau nada. Nada yang rendah dan suara mendengung yang bukan nada tapi kebalikannya. Nada tinggi dan rendah terlihat berlawanan secara langsung, sekilas untuk menyerang dan bertahan di dalam permainan. Dengan terlihat seperti ruang netral, baik rendah maupun tingginya nada tetapi keduanya diikuti atau tercipta dari dengungan. Hal ini mengandung keduanya pada waktu yang bersamaan. Dapat disamakan dengan ginga yang bersumber pada gerakan penyerangan dan pertahanan tetapi secara serentak menjadi netral. Membuat hal ini berbahaya dan kecurigaan yang berguna dan tidak pernah dipercaya.
Dorongan dari perlawanan dalam Capoeira sangatlah penting. Capoerista mempelajari untuk memainkan gerak ke atas ke bawah dan ke kanan karena kepandaian dalam banyak hal dapat menjadi keuntungan yang sangat besar. Capoerista bisa membingungkan dan mengelabui lawan, menciptakan kesempatan untuk menyerang. Trik untuk tidak dapat dikalahkan saat menyerang dalam posisi ini adalah tidak nyaman sampai Capoerista melakukan latihan memahami tubuh dan pikirannya. Dalam bermacam situasi Capoerista akan memikat lawannya kedalam serangan dengan mengembangkan ilusi yang tidak terlihat. Beberapa penyerangan tidak menghasilkan pemikiran yang maju tetapi lebih banyak menghasilkan pemikiran yang melibatkan kesombongan, ketidaksukaan bermain, percaya diri dan pengetahuan tentang sifat manusia. Serangan selalu terjadi ketika seseorang dalam keadaan lengah dan inilah mengapa Capoerista mengejek dan memikat lawannya menjadi serangan yang sembrono yang selalu memberikan kesempatan untuk mengadakan serangan balik. Capoerista selalu sangat berhati-hati dan akan jarang melancarkan serangan dengan terus menerus tanpa menggunakan pikiran.
Mempraktekkan bermain secara terbalik sebaik memainkan dengan cara yang benar memiliki akar filosofis dalam sudut pandang kosmologis yang dibawa ke Brazil dari suku bangsa Kongo Congo dan Angola Utara. Bakongo percaya di bawah dunia kita ini adalah dunia kematian. Ini sama halnya dengan dunia kita menerima semuanya (berputar). Matahari pergi diantara dua dunia pada setiap putaran hariannya. Saat siang disini berarti malam disana dan demikian sebaliknya. Kepercayaan ini sering direpresentasikan dengan sebuah simbol empat sisi yang menyilang, (tidak mirip) dengan tanda Kristen (+), yang mana tanda ini sering menjadi tanda tanya. Setiap empat titik persilangan merepresentasikan satu dari peristiwa-peristiwa matahari : Matahari terbit, siang, matahari terbenam dan tengah malam. Kalunga adalah yang membagi dunia kehidupan dan dunia kematian. Kalunga adalah Tuhan atau lautan. Silangan ini sering dibuat di atas tanah oleh para Capoeristas untuk meminta perlindungan dari pengganggu, meskipun Kristianitas juga secara perbagian menanggapi silangan ini. Kepercayaan kosmologis Kongo juga memasukkan suatu kepercayaan dalam waktu peredaran dan kontinuitas. Kita hidup dalam masa Tuhan bukan milik kita sendiri. Kita tidak bisa mengharapkan untuk mempunyai kontrol segala yang terjadi di dalam kehidupan kita.
Kita tidak bisa mengontrol semua yang terjadi di dalam dunia, tetapi kita bisa mengontrol badan kita dan emosi kita. Dalam capoeira kita belajar melaksanakan dan ini memberikan kekuatan dan kekuasaan. Untuk bisa mengontrol badanmu dan memahami (kekuatan) yang memerintah ini, kita harus mempraktekkan, mempraktekkan, dan mempraktekkan. Gerakan capoeira menjadi bagian dari kesadaran dan bagian kehidupan kita. Tetapi untuk dapat melakukan gerakan-gerakannya anda harus memahami dan merasakannya. Capoeira memerlukan kekuatan mental yang lebih dari sekedar kekuatan fisik. Ketika anda bermain dalam roda anda harus waspada terhadap gerakan lawan anda. Permainan dalam roda (khususnya di jalan) bisa menjadi sangat berbahaya, semuanya diijinkan. Tidak ada kekerasan di dalam Capoeira tetapi ada kekerasan pada beberapa orang yang bermain Capoeira. Sebagai Capoerista anda harus sangat berhati-hati terhadap semua kemungkinan, jangan pernah mengharap belas kasihan, jangan pernah mempercayai sesuatu hal yang dilakukan orang di dalam roda. Anda harus waspada terhadap gerakan-gerakan lawan dan kemungkinan gerakan selanjutnya yang dilakukan lawan dan semua gerakan yang mungkin anda lakukan untuk merespon lawan. Anda sebaiknya mengetahui bahwa kita bisa saja lolos dari semua gerakan lawan. Capoeira penuh dengan banyak soal dan tanggapan, tantangan dan jawaban, aksi dan reaksi.
Masalah ini menyangkut fisik, mental dan emosional. Ini adalah permainan keseimbangan fisik dan kontrol. Ketika anda dekat dengan seseorang di dalam permainan Capoeira, seseorang tidak harus bergerak jauh atau dengan cepat yang akan berpengaruh kepada orang lain. Meskipun begitu anda bisa bergerak dengan cepat dan dengan arah yang jelas dan bertujuan. Anda tidak boleh ragu-ragu karena tidak ada waktu untuk ini. Permainan ini seperti permainan catur sebab anda akan mencoba untuk mengakali lawan anda untuk berada dalam posisi yang terdesak. Anda mencoba membuat musuh anda kearah tertentu dengan mengacaukan pikirannya atau membingungkannya atau memperdayanya. Capoeira juga merupakan pertarungan emosi. Musuh anda akan berusaha membangkitkan emosi anda yang membuat anda tidak berhati-hati Ia mungkin akan tersenyum atau tertawa dan berlaku seolah tidak ada maksud apa-apa ketika sebenarnya ini adalah alur lain pe8520/nyamaran. Ia akan menanamkan rasa takut dengan mengatakan sesuatu atau melakukan suatu gerakan yang sangat kuat. Ketakutan akan membuat anda tegang dan bergerak dengan terburu-buru, yang akan mengganggu kemampuan dan kewaspadaan anda. Capoerista harus menjaga emosinya untuk tetap tenang dan santai tetapi ia juga mengeluarkan emosinya keluar untuk keuntungan dirinya. Ini sangat bernilai dalam kehidupan pada umumnya. Yang disebut “chamada” adalah ketika pemain memanggil pemain lain dengan salah satu gerakan dari banyaknya gerakan yang ada. Pemain itu akan mendatangi si pemanggil dan mereka bergerak bersama dalam kontak yang dekat. Si pemanggil kemudian akan meneruskan chamada dengan beberapa aksi gerakan dengan maksud untuk menguji kewaspadaan dan kemampuan lawan. Orang yang dipanggil itu dengan segera mengetahui kalau ia dikhianati. Ia juga tahu ini adalah sebuah ujian. Inilah saatnya mengapa menjaga emosi sangat penting.
Bermain dalam roda adalah seperti keadaan tak sadarkan diri. Waktu seolah-olah tidak ada. Anda merasakan hubungan yang sangat dekat dengan orang yang bermain bersama anda, pengaruh-mempengaruhi, menipu dan mencurigai. Anda merasa seperti seorang individual yang kuat dan menjadi bagian dari sebuah kelompok, kelompok yang bernyanyi pada anda, menonton anda, membesarkan hati anda dengan musik dan “axe-nya” (kekuatan hidup). Semua orang menyumbangkan energi dan pengalaman. Ketika bermain, anda tidak memperhatikan ke orang lain selain lawan, tetapi anda bisa mendengar dan merasakan sebagai bagian kelompok. Anda tahu mereka menonton anda dan anda tahu anda menggantungkan energi kehidupan kepada mereka. Ini sangat merasuk dan menentramkan. Anda bisa merasakan kekuatan hidup anda, “axe”(diucapkan: ashay), berdenyut dalam darah anda, dengan hentakan musik dan kata-kata pada lagu-lagu dan gerakan dari pemain lain.
Capoeira tidak dimainkan untuk mencapai beberapa tujuan akhir. Tidak ada gerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan lain. Tidak ada tamat sekolah, dirancang untuk membawa anda pada suatu derajat dan membuatnya seperti resmi ketika anda berada pada beberapa pelatihan kursus. Kita bermain Capoeira untuk diri kita sendiri dimana kita bisa mempelajari badan dan pikiran kita. Kita bermain yang akan membuat kita pada keadaan damai dengan diri kita dan kita bisa membentuk kerangka pikiran yang sehat untuk membawanya ke dalam dunia dan melakukan apa saja yang akan kita lakukan. Ini memberikan pada kita kekuatan untuk melakukan banyak hal. Kekuatan ini adalah semangat dan energi yang memenuhi diri kita yang diajarkan oleh Mestre-mestre yang mengajarkan kita dan kepadanya kita mencintai dan menghargainya. Mestre-mestre ini memiliki seorang mestre dan seterusnya. Capoeristas saat ini adalah anak cucu dari Capoeristas sebelumnya yang jaraknya panjang. Semuanya itu adalah leluhur kami dan kami mendapat perlindungan dan bimbingan dari mereka melalui Capoeira. Kami memberi penghormatan dan mengingat mereka melalui Capoeira. Kami membangun komunitas seputar Capoeira yang mendukung kami, dan padanya kami mendukung. Komunitas ini memperluas jangkauan diluar Capoeira roda dan ke dalam masyarakat kami yang padanya kami mengandalkan untuk kekuatan hidup (axe).
Brazzil
May 2000
Soul
Rabu, 19 Maret 2008
E! Maeior e Deus!
E! Maeior e Deus!
Pequeno sou eu.
O qeu tenho foi Deus quem me deu.
Na roda de capoeira
Grande e pequeno sou e
E! God is greater!
E! God is greater!
Little am i
What i have God gave me
In the capoeira roda
Both great and small am
(Mestre Pastinha)
Selasa, 04 Maret 2008
Sebuah permainan, pertarungan ataukah tarian ?
Pertanyaan yang anda tanyakan saat memandang sekilas pada sebuah kerumunan, lingkaran, apakah ini sebuah pertarungan atau tarian ? atau mungkin ini hanya sebuah jogo, sebuah permaian ?
Jawabannya, tentu saja akan ada tiga, dan mungkin banyak lagi. Sangat sulit untuk mendefinisikan Capoeira, ada beberapa namun tidaklah begitu cukup. Dan ini tidak mungkin untuk diklasifikasikan dalam membuat pengertian dan kategori – tarian, pertarungan, bela diri dan lain sebagainya.
Dalam pemikiran orang barat, membiasakan diri untuk membedah dan mengklasifikasikan objek, orang dan kejadian dalam sebuah kategori standard dan spesifik, ini bisa saja menjadi sulit untuk memahami dan mengerti dengan apa yang di sebut “capoeira” sebenarnya. Tapi bila mencoba ntuk melepaskan diri dari permintaan pemikiran intelektual kita, dan hanya melihat permainan dalam roda (baca:hoda), kita mungkin akan bisa untuk memahami apa yang terjadi sebenarnya disini : ini adalah sebuah pengalamanyang pernah kita alami sebelumnya, sebagai anak-anak, saat kita bermain dan sepenuhnya terpikat oleh permainan yang kita ciptakan dengan teman kita. Kata kuncinya adalah kreativitas,improvisasi,fantasi, keindahan dan imajinasi. Namun tidak hanya itu. Yang terpenting adalah ritual, bahaya dan kadang kekerasan.
Jadi sekarang yang telah kita lihat adalah sebuah Capoeira roda untuk pertamkali dan mulai untuk mencoba mendefinisikan ini, mari kita mempelajari sedikit lebih dalam dan mengeksplor tiga level dari Capoeira..
The Three Levels of The Game
Mari kita memahami Capoeira, dalam tiga level.
Biarkan dalam pikiran kita bahwa ketiga hal tersebut berjalan secara bersamaaan. Bagaimana pun juga, dalam setiap individu, hak setiap orang, pengetahuan akan permainan dan level kedewasaan, satu dari tiga aspek tersebut akan menunujukkan pada dirinya kekuatan lebih dari pada yang lain.
Pada level pertama ini terkait pada hal fisik : pertarungan, tarian dan kompetisi. Pada level ini penting untuk mempunyai fisik yang kuat,untuk bisa efisien, sasaran tendangan yang tepat, menjadi cepat dan mempunyai reflek yang bagus. Pada level ini, Capoeira adalah sebuah permainan yang luar biasa diantara para petarung.
Kebanyakan pemain yang belajar Capoeira regional telah mengembangkan aspek ini pada sebuah level yang tinggi, dan melupakan dua level yang lain. Para pemain tersebut biasanya sembrono, mengabaikan ritual permainan,dan mengabaikan akar capoeira. Anda tidak bermain berimbau, Anda tidak menyanyi, anda hanya tertarik bermain Capoeira, dan biasanya bermain agresif. Anda mengira ini mengenai menang dan kalah, dan khawatir tentang citra anda dan apa yang orang pikirkan mengenai anda.
Sejalan dengan berjalannya waktu, filosofi permainan mulai meresap dalam kesadaran mereka dan mulai memahami level kedua dari permainan. Langkah pertama dalam memahami level kedua ini adalah dengan memahami Malicia, pengetahuan tentang kemanusiaan, hidup, penderitaan, motivasi dan keinginan manusia.
Ini adalah saat dimana sesuatu yang asing mulai terpikirkan. Sensasi “being there” terrasa dalam sebuah permainan, getaran mulai terasa pada tulang punggungmu saat kamu mendengar ritme berimbau. Para pemula mulai belajar tentang ritual Capoeira: music, lagu yang diturun kan dari satu generasi ke generasi berikutnya, pilosophi dari mestre mestre tua. Tiba tiba ini menjadi pergeseran dari sebuah hoby menjadi bagian dari hari harimu. Menang atau kalah nampak tidak lagi menjad suatu hal yang penting, dan kamu mulai memperhatikan Capoeira sehingga menjadi segalanya yang yang kamu lakukan adalah berusaha menjaganya, memeliharanya sampai masa depan.
Sejalan dengan waktu, anda mulai terlihat menjadi ahli namun anda menyadari bahwa anda hanyalah seorang beginner. Anda mulai melihat bagaimana Capoeira telah merubah anda dan hidup anda dan kesempatan kesempatan yang ditawarkan-kesempatan untuk bertemu oaring orang baru dan diterima dalam lingkaran social yang baru, kesempatan kesempatan untuk berpergian, namun bukan sebagai seorang turis, melainkan sebagai seorang Capoerista. Anda juga melihat bagaimana ini bisa melindungi anda dan mendapatkan apa yang anda inginkan.
Anda mulai berfikir tentang para Capoerista dimasa lalu dan tentang warisan yang diberikan dari guru kpada murid. Kadang ini terlihat bahwa permainan mewakili sesuatu yang lebih besar, sebagaimana ini merupakan sebuah refleksi dari hidup itu sendiri, refleksi dari cara satu individu berinteraksi dengan yang lainnya, dengan masing maisng personality. Sesuai dengan visi ini, capoeira adalah sebuah sekolah dimana belajar seuatu jenis pengetahuan yang spesifik : bagaimana manusia bersikap terhadap satu sama lain dan bermain permainan kehidupan dengan yang lain. Anda bisa merasakanperedaan sensasi tenatang sesuatu yang diungkapkan pada anda, perasaan yang anda dapatkan adalaha ketika nama seseorang tidak dapat anda ingat adalah “pada ujung lidah anda”
Anda sekarang memiliki pemikiran yaitu mampu untuk melihat apa yang terjadi diantara dua pemain, tidak hanya pada level fisik, tapi juga pada level mental dan spiritual.
Anda dalam waktu singkat bisa merasakan apa yang anda butuhkah atau dorongan untuk mengalami atau unknown roda, dan anda dalam waktu singkat bisa merasakan kebutuhan untuk mengukur diri anda melawan seseorang untuk menjadi seorang pemain besar. Anda sudah berkeliling dan melihat “world go round” lagi dan lagi, dan anda sudah membuat jaringan camara-camara, pemain tua dan muda dimana mereka berhubungan darah secara spiritual dengan anda dan yang bertemu anda lagi dan lagi, diseluruh dunia.
Atau mungkin sebagai sebuah konsekuensi dari sikap tidak bersahabat dan perilaku yunior anda, anda menjadi serigala kesepian, dikagumi dan dihormati oleh yang muda dan tidak berpengalaman, tapi dihindari oleh kawan sebaya yang tidak ingin berurusan dengan anda.
Apapun yang mungkin terjadi, anda kemudian akan mempunyai akses- pada derajat tertinggi atau yang terendah-pada level ketiga dan level akhir, dimana telah dipersembahkan semuanya. Sejak pertamakali anda medengar suara berimbau, tetapi hanya saat ini terungkap dengan sendirinya….. sesuatu yang disebut dengan “the mistery and the deceitfulness of the game of life” (misteri dan ketidak jujuran dari permainan kehidupan), dimana mestre mestre tua menceritakan cerita lucu dan candaan diantara mereka sendiri, tapi disini merekatidakan berbiara dengan yang lain kareana disini tak ada yang dikatakan pada mereka yang tika mengerti.
Disadur dari : Nestor Capoeira, The Little Capoeira Book: revised edition. Berkeley. California, 2003
Sekilas Capoeira Mostra de Solonesse
Sebelum berdiri sebagai sebuah club Capoeira, Capoeira Mostra de Solonesse merupakan sekumpulan orang yang berlatih Capoeira dengan tujuan untuk menciptakan sebuah karya seni tari, dan kebetulan koreografernya merupakan orang yang tahu tentang Capoeira dan merupakan anggota dari Capoeira Brincadeia Jogja yang saat itu kuliah di STSI Surakarta. Berawal dari kegiatan tersebut, maka secara rutin latihan Capoeira mulai dilakukan oleh beberapa orang mahasiswa STSI Surakarta yang kemudian menjadi pendiri dari Capoeira Mostra de Solonesse.
Pada awal berdirinya, Capoeira de Solonesse merupakan nama yang diambil untuk menamakan club Capoeira ini. Ketika pertamakali Capoeira de Solonesse berdiri, kantor pusar STSI Surakarta atau yang sekarang menjadi ISI Surakarta di jadikan sebagai tempat latihan. Kemudian karena terbentur masalah perijinan, latihan Capoeira di pindahkan ke area Taman Budaya Surakarta (TBS). Setelah beberapa lama latihan di TBS, kemudian Capoeira de Solonesse dijadikan UKM di STSI Surakarta dan akhirnya tempat mendapat fasilitas tempat latihan di lapangan gedung pusat STSI Surakarta dan kadang di gedung F STSI Surakarta bila cuaca tidak mendukung untuk melakukan latihan Capoeira di luar gedung. Atas masukan dari beberapa teman yang menyarankan agar nama yang digunakan mengambil dari bahasa atau istilah dari bahasa Portugis, yaitu bahasa nasional yang digunakan di Brasil, asal Capoeira, maka nama Capoeira de Solonesse di ubah menjadi Capooeira Mostra de Solonesse. Tujuan dari pengambilan nama yang berbahasa nasional Brasil tersebut adalah agar mencerminkan ciri khas dari Capoeira yang memang merupakan kebudayaan asli Brasil. Adapun arti dari Mostra adalah pertunjukan. Pengambilan kata Mostra adalah dengan pertimbangan ketika itu, Capoeira berdiri di STSI Surakarta dengan tujuan untuk pertunjukan seni. Sedangkan Solenesse sendiri artinya adalah orang orang Solo, Solo disini merupakan nama lain dari Surakarta.
Seiring dengan berjalannya waktu, Capoeira Mostra de Solonesse mulai mempelajari Capoeira secara murni dengan mencoba menjalin hubungan dengan grupo grupo yang ada di tanah air, seperti Capoeira Brincadeira Jogja, Vadiacao, Amizade yang yang tidak jauh dari Surakarta .
Tujuan dari berdiriya Capoeira Mostra de Solonesse salah satunya adalah untuk memasyarakatkan Capoeira itu kepada masyarakat Surakarta dan sekitarnya sebagai sebuah budaya, seni tari, seni bela diri dan tentu saja sebagai olahraga yang menyehatkan. Dengan mempelajari Capoeira sebagai sebuah seni budaya, bukan berarti tidak mempelajari dan melestarikan budaya sendiri, karena banyak dari anggota Capoeira Mostra de Solonesse sendiri yang mempunyai basic dari pencak silat dan masih berlatih hingga saat ini dan banyak juga yang masih mempelajari tarian tarian tradisional Indonesia serta budaya budaya asli daerah.
Penanggung jawab latihan Capoeira Mostra de Solonesse adalah beberapa anggota dewan yang terdiri dari para pendiri club dan beberapa senior yang telah dianggap berkompeten untuk membantu anggota lain yang baru bergabung untuk berbagi ilmu. Sistem latihan yang ada di club ini mengacu pada kurikulum yang telah disepakati bersama oleh anggota dewan penaggung jawab latihan. Karena hingga saat ini Capoeira Mostra de Solonesse belum mempunyai Maestre atau master yang merupakan gelar tertinggi di Capoeira yang merupakan pembimbing utama dalam latihan dan itu merupakan keinginan dari seluruh anggota Capoeira Mostra de Solonesse, Capoeira mostra terus berusaha untuk berlatih sendiri dari beberapa referensi dan bertukar ilmu dengan grupo grupo yang ada di seputar Solo untuk saat ini hingga suatu saaat nanti bias untuk berafiliasi dengan grupo capoeira dari Brasil sehingga bisa mempelajari Capoeira sampai pada akarnya.
Adapun kegiatan yang pernah dilakukan di luar latihan adalah pertunjukan pertunjukan komersil dan pertunjukan non komersil. Pertunjukan komersil biasanya ada ketika ada event event tertentu yang mengundang Capoeira sebagai pengisi acara, seperti acara tahun baru di hotel hotel, launching produk, atau even event yang diadakan perusahaan perusahaan seperti perusahaan otomotif atau yang lainnya dengan bekerjasama dengan EO-EO yang ada di Surakarta. Adapun pertunjukan non komersil biasanya dilakukan untuk membantu saudara saudara kita yang membutuhkan bantuan seperti ketika terjadi bencana tsunami di Aceh, banjir di Jember, gempa Jogja – Jateng, acara peringatan hari kemerdekaan RI dan sebagainya. Dan biasanya pertunjukan amal dilakukan dengan berkolaborasi para seniman seniman yang ada di Surakarta dan sekitarnya. Bahkan sering pula Capoeira Mostra de Solonesse diundang dalam acara pentas budaya dan kesenian yang di selenggarakan di Surakarta karena Capoeira Mostra de Solonesse dianggap sebagai komunitas seni yang ada di Surakarta oleh para seniman seniman Surakarta.
Senin, 03 Maret 2008
Logo Capoeira Mostra de Solonesse
Capoeira Mostra de Solonesse, begitulah nama yang dipakai akhirnya setelah tidak lagi memakai nama Capoeira de Solonesse yang artinya Capoeira orang orang Solo. Logo yang pertama kali digunakan adalah logo dengan warna merah, putih, biru, kuning dan hijau dengan gambar yang menunjukkan orang yang sedang melakukan gerakan escorpiao. Adapun arti warna merah dan putih adalah bendera dari Republik Indonesia sedang warna lain seperti hijau, biru dan kuning adalah warna dari bendera Brasil yang merupakan asal dari Capoeira. Tanggal 1 bulan 1 tahun 2004 merupakan tanggal dimana nama Capoeira de Solonesse resmi digunakan dalam sebuah pertunjukan dalam acara pesta menyambut tahun baru 2004. Dan logo ini adalah desain dari Camara Abdul Rahman atau Bang Doel.
Kemudian logo tersebut diganti setelah kurang lebih dipakai selama satu tahun. Adapun bentuk yang digunakan adalah mirip dengan logo yang pertama kali dibuat bedanya adalah pada peletakan warna. Warna hijau dan kuning di lingkaran luar sedangkan lingkaran dalam adalah merah dan putih yang artinya sama dengan logo yang pertama. Sedangkan gambar ditengah juga diganti dengan gerakan dua orang yang sedang melakukan gerakan parafuso yang merupakan gambar yang dibuat oleh camara Arif dari Capoeira de Alegre Blitar. Sedangkan desain dari logo ini dibuat oleh camara Dhika Herlambang.
Adapun penggunaan logo baru ini juga merupakan toggak sejarah baru dari Capoeira Mostra de Solonesse yang bertekad untuk membesarkan nama Capoeira Mostra de Solonesse dengan terus berlatih dan belajar Capoeira, karena belajar bagi kami adalah sebuah keharusan untuk terus maju dan belajar tidak akan pernah habis hingga kami menuju liang lahat. Dan kamu juga berharap pada generasi penerus kami untuk bisa dan mau untuk belajar dan berlatih Capoeira tanpa kenal lelah karena dengan belajar sesungguhnya kita membuat diri kita untuk lebih maju, lebih baik dan menjadikan kita mempunyai kebanggaan, kepercayaan diri dan yang tidak kalah penting adalah dengan belajar kita mempunyai seuatu yang bisa untuk dibagikan pada teman teman kita. Semangat untuk terus belajar, berlatih dan berbagi adalah salah satu cara untuk bisa membuat Capoeira Mostra De Solonesse menjadi lebih baik, baik dan baik. SALVE !!!!!!



